Banyak sekali problematika yang dialami proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) saat ini, sehingga bisa menimbulkan konsekuensi yang luas. Belajar secara daring (online) mensyaratkan sarana dan prasarana yang memadai, baik bagi para guru maupun murid, namun kenyataannya tidak semua siswa memiliki akses yang memadai. Kondisi tersebut sangat terasa saat ini. Banyak warga masyarakat, khususnya dari warga kurang mampu, mengalami kesulitan menyediakan sarana dan prasarana tersebut bagi anak-anak mereka. Selain itu, banyak daerah terpencil yang tidak terjangkau jaringan internet sehingga menyulitkan anak-anak belajar. Bukan hanya para murid, melainkan juga banyak guru di daerah terpencil merasakan kendala yang sama. PJJ di era pandemi COVID-19 ini ternyata mengungkap disparitas pendidikan secara nyata antara anak dari keluarga mampu dengan anak dari keluarga miskin. Kebutuhan akan digitalisasi berhadapan dengan kenyataan lebarnya ketidaksetaraan ekonomi dan sosial di ...